Pasar Tradisional vs Pasar Modern


Pasar Tradisional

Pasar tradisional masih merupakan wadah utama penjualan produk-produk kebutuhan pokok yang dihasilkan oleh para pelaku ekonomi bersekala menengah kecil serta mikro. Mereka adalah para petani, nelayan, perajin dan industri rumah tangga yang merupakan mata pencaharian sebagian besar masyarakat, dan mereka menyandarkan hidupnya kepada pasar tradisional. Pasar tradisional selalu menjadi indikator nasional dalam kaitannya dengan pergerakan tingkat kestabilan harga atau inflasi domestik.

Pasar Modern
Dalam menghitung inflasi harga kebutuhan pokok yang dijual di pasar tradisional seperti beras, gula pasir, dan sembilan kebutuhan pokok lainnya menjadi objek monitoring para ahli statistik dan instansi pemerintah setiap bulannya.
Pasar tradisional juga mempunyai peranan yang sangat strategis dalam rangka peningkatan pendapatan dan penyerapan tenaga kerja, untuk itu diperlukan upaya-upaya dalam rangka peningkatan daya saing pasar tradisional yang selama ini identik dengan sebuah lokasi perdagangan yang kumuh, sembraut, kotor dan merupakan sumber kemacetan lalu lintas.

Citra pasar tradisional yang kurang baik tersebut sudah semestinya mendapat perhatian yang cukup besar karena didalamnya terkait dengan hajat hidup orang banyak. Pembenahan pasar tradisional menjadi tempat belanja yang bercitra positif adalah merupakan suatu tantangan yang cukup berat dan harus diupayakanoleh semua komponen, bukan tugas pemerintah saja, tetapi tugas masyarakat, pengelola pasar dan juga para pedagang tradisional untuk bersinergi menghapus kesan negatif tersebut sehingga pasar tradisional masih tetap eksis di tengah persaingan yang semakin ketat.
Pasar dalam pengertian teori ekonomi adalah suatu situasi dimana pembeli (konsumen) dan penjual (produsen dan pedagang) melakukan transaksi setelah kedua pihak telah mengambil kata sepakat tentang harga terhadap sejumlah (kuantitas) barang dengan kuantitas tertentu yang menjadi objek transaksi. Kedua pihak, pembeli dan penjual, mendapatkan manfaat dari adanya transaksi atau pasar. Pihak pembeli mendapatkan barang yang diinginkan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhannya sedangkan penjual mendapatkan imbalan pendapatan untuk selanjutkan digunakan untuk membiayai aktivitasnya sebagai pelaku ekonomi produksi atau pedagang.

Agar transakasi berjalan lancar dan kedua belah pihak mencapai tujuannya, masing-masing pihak akan selalu berusaha mencari informasi yang akurat dan up-to-date tentang berbagai hal. Pembeli berusaha mendapatkan informasi tentang barang apa saja yang tersedia untuk memenuhi kebutuhannya, berapa jumlah yang tersedia, bagaimana kualitasnya dan dimana barang tersebut tersedia. Sedangkan penjual di pihak lain, juga mencari informasi tentang barang apa saja yang dibutuhkan oleh konsumen, kapan dibutuhkan, berapa banyak yang dibutuhkan, kualitas bagaimana yang dibutuhkan dan dimana konsumen merasa senang untuk mendapatkannya.
Karena itu, pada dasarnya yang paling dibutuhkan oleh kedua belah pihak (pembeli dan penjual) adalah adanya media atau wadah yang dapat mengumpulkan dan menyebarluaskan informasi kesemua pihak tentang berbagai hal yang menyangkut objek transaksi termasuk bagaimana transaksi dapat dilakukan. Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, dengan semakin intensifnya penggunaan teknologi informasi, transaksi dapat dilakukan melalui jaringan internet dimana pembeli dan penjual tidak perlu harus bertemu langsung.

Hanya saja tidak semua pembeli dan penjual dapat memanfaatkan kecanggihan IT dalam melakukan transaksi, wadah ini hanya dapat digunakan oleh sebagian kecil penduduk yang mengerti tentang penggunaan IT dan memiliki cukup penghasilan yang cukup. Mayoritas penduduk masih membutuhkan wadah atau tempat transaksi dimana pembeli dan penjual dapat langsung bertemu secara fisik. Dalam kaitan ini, agar transaksi bisa berjalan lancar, aman dan tertib, dibutuhkan tempat yang layak.

Kelayakan tempat transaksi adalah menjadi sangat penting menjadi pertimbangan utama kedua belah pihak. Akan tetapi, "layak" dalam hal ini adalah menjadi relatif jika jika dihubungkan dengan kemampuan dan kondisi hidup yang dihadapi terutama oleh konsumen. "Layak" bagi golongan penduduk yang berpenghasilan tinggi akan berbeda dengan "layak" bagi golongan penduduk yang berpenghasilan rendah. Konsumen yang berpendapatan tinggi dan menengah atas akan lebih menyukai tempat transaksi atau pasar yang lebih mewah, aman, luas, bersih, barang tertata rapi disertai dengan petunjuk yang jelas, ada pelayanan yang profesional, menyediakan semua yang dibutuhkan dan mekanisme pembayaran yang canggih (bisa non-cash). Tempat ini biasanya disebut dengan "pasar modern". Golongan penduduk, terutama para wanita profesional, yang dalam kehidupannya sehari-hari sangat sibuk melakukan aktivitasnya, juga lebih menyukai berbelanja di pasar modern yang berlokasi di tempat yang terdekat dengan lokasi aktivitasnya.

Sebaliknya, bagi golongan penduduk yang berpendapatan rendah dan menengah bawah umumnya lebih menyukai melakukan transaksi atau berbelanja ditempat yang lebih ramai, banyak tersedia pilihan barang kebutuhan, bisa ditawar karena penjual dan pembeli bertemu secara langsung, harga terjangkau, pembayaran dengan cash, tersedia fasilitas angkutan umum. Tempat ini umum disebut dengan "pasar tradisional".
Pasar modern dan pasar tradisional sudah dibedakan dengan sangat tegas oleh pada pembeli atau konsumen. Keduanya belum bisa digabung karena keduanya dibutuhkan oleh penduduk. Idealnya, semua pasar menjadi pasar modern dan ini juga menjadi impian semua penduduk. Tetapi karena kondisi kehidupan penduduk yang masih mayoritas berpendapatan rendah dengan tingkat pengetahuan yang masih rendah pula, maka masih jauh kemungkinan untuk memikirkan agar semua pasar menjadi modern.

Untuk saat ini, yang perlu menjadi perhatian semua pihak adalah bagaimana agar pasar tradisional bisa dibuat menjadi lebih layak sebagai tempat transaksi tanpa harus secara drastis mengubah citranya atau khasnya sebagai pasar tradisional. Dalam kaitan ini yang perlu menjadi pertimbangan untuk dibenahi adalah: kebersihan, lantai yang kering tidak becek, penataan lokasi penjual sesuai dengan golongan barang yang dijual, lorong untuk pembeili yang lapang tidak sumpek, ada pengaturan pencahayaan dan pengaturan udara yang sehat, keamanan yang terjamin, ada teinpat pembuangan sampah dan sampah tidak menumpuk, ada pengaturan lalu lintas yang lancar. tersedia pusat informasi dan penerangan, ada tempat yang bersih untuk beristirahat dan dapat menikmati makanan-makanan tradisonal, ada pelatihan secara rutin bagi para pedagang tentang bagaimana mengatasi kebakaran dan bagairnana menyelamatkan diri jika terjadi kebakaran, dan lain sebagainya yang dapat membuat pasar tradisional lebih menarik agar tidak kalah menariknya dengan pasar modern.

Jika pasar tradisional bisa dikelola dengan baik dan menarik, maka tidak perlu ada pertentangan antara pasar modern dan pasar tradisional. Keduanya berkembang dengan nuansanya serta daya tariknya sendiri-sendiri. Tidak menutup kemungkinan bahwa goiongan yang berpendapatan tinggi dan menengah keatas akan juga menjadi tertarik untuk sesekali mengunjungi pasar tradisional untuk menikmati berbagai hal yang tidak tersedia di pasar modern.

Edukasi untuk menciptakan pasar tradisional yang bersih, indah dan higienis perlu dilakukan terus menerus, utamanya terhadap para pedagang penghuni pasar. Hal ini dilakukan agar para penghuni bisa menyadari perlunya memelihara dan membuat pasar menjadi indah, nyaman, bersih dan sehat baik untuk penghuni maupun untuk pengunjung atau pembeli. Mereka harus selalu disadarkan bahwa persaingan semakin ketat sehingga diperlukan berbagai upaya untuk menarik para pembeli untuk berbelanja di lokasinya. Dalam kaitan ini, diperlukan upaya-upaya agar para pedagang penghuni pasar senantiasa :

1.      Menata kios dan jualannya dengan rapi dan lebih menarik bagi pembeli;
2.      Berpakaian sopan dalam melayani pembeli;
3.      Bagi yang berjualan bahan mentah seperti daging, ikan dan sayuran, memakai celemek khusus sehingga terkesan lebih bersih;
4.      Menyapa dan melayani pembeli dengan ramah;
5.      Membuang sampah pada tempat yang telah disediakan;
6.      Merapikan dan membersihkan kios/lapak masing-masing setiap selesai berdagang;
7.      Mencuci tangan dengan sabun setelah selesai berdagang dan atau selesai membersihkan kios/lapak;
8.      Tidak menjual bahan mentah daging (ayam/sapi/kambing dll) dan ikan mentah bersama-sama dengan makanan siap saji di tempat yang sama;
9.      Menggunakan peralatan berdagang (pisau, talenan, baskom, ember, sarung tangan, celemek, dll) yang bersih dan mencucinya dengan deterjen setelah selesai berdagang;
10.    Mencuci atau membasuh meja dagangan dengan deterjen setiap kali selesai berdagang;
11.    Pergunakan lokasi yang telah disediakan oleh petugas pengelola pasar;
12.    Tidak menjual hewan sakit atau mati yang tidak wajar;
13.    Praktek rutin berkala kegiatan disinfeksi total minimal 3 bulan sekali;
14.    Semua peralatan yang dipakai untuk handling produk asal hewan sebaiknya disikat dan direndam dengan obat suci hama

Disamping edukasi tersebut diatas namun peningkatan pengetahuan dasar bagi para pedagang harus juga mendapatkan perhatian antara lain sebagai berikut :
 
1. Pelatihan administrasi pembukuan

Administrasi Pembukuan dalam hal ini adalah tata cara pencatatan transaksi keuangan baik yang masuk maupun yang keluar. Sehingga para pedagang dapat lebih mudah melakukan analisa keuangannya dengan tepat dan akurat. Termasuk perlunya para pedagang menyiapkan cadangan untuk membayar sewa kios/lapak pada waktu yang tepat dengan jumlah yang tepat.

2. Pelatihan strategi penjualan
Menyikapi persaingan antar pedagang yang semakin ketat maka diperlukan strategi untuk meningkatkan penjualan. Dalam kaitan ini, para pedagang perlu diberi pengetahuan tentang tatacara pengaturan barangdagangan, pelayanan kepada pembeli, teknik komunikasi dan transaksi yang jujur namun tetap menguntungkan, serta promosi barangyangdijual.

3. Sistem stok dan delivery
Pedagang perlu diberi pengetahuan tentang pengaturan stok barang sehingga tidak perlu terjadi penumpukan jika permintaan sedang turun dan tidak kekurangan pada saat permintaan sedang meningkat. Ini terkait langsung dengan mekanisme serta sistem distribusi dan delivery barang dagangan pada waktu yang dibutuhkan dengan jumlah yang tepat. Hal ini perlu didukung oleh adanya kelancaran transportasi dan lokasi bongkar yang lapang dan tidak sesak (perlu ada jalur atau pintu masuk yang khusus untuk mengangkut lalu lintas barang).

4. Informasi harga barang di pasar
Baik pedagang maupun pembeli sebaiknya mempunyai akses yang sama untuk mendapatkan informasi tentang harga yang sedang berlaku untuk semua jenis barang yang diperdagangkan di pasar. Ini akan banyak membantu para produsen (petani/peternak) untuk mengetahui harga jual yang wajar bagi produknya sehingga ada insentif untuk meningkatkan volume dan kualitas produksinya. Demikian pula dengan pembeli, walaupun harus melakukan tawar menawar, tetapi mereka akan puas jika dapat membeli barang dengan harga yang pantas untuk kualitas yang sesuai dengan kebutuhannya.

Sumber : http://diskominfo.karangasemkab.go.id
baca selengkapnya »»  

Makanan Khas Jawa Tengah

Setiap daerah dimanapun pasti mempunyai makanan khas yang tidak dapat dijumpai di tempat lain. Tidak terkcuali di jawa Tengah. Hampir di seluruh kabupaten / kota di Jawa Tengah ini memiliki makanan khas yang banyak dan beragam yang mungkin bagi yang belum mengenalnya akan merasa asing terhadap makanan khas tersebut.

Berikut adalah Makanan Khas yang terdapat di Jawa Tengah, menurut kabupaten / kota :
• Jepara : Rondo Royal (Tape goreng), Pindang Serani, Soto Jepara, Soto Bumbu, Sop Udang, Sup Pangsit Jepara, Bongko Mento, Singit, Semur Jepara, Sayur Asem Jepara, Kelan Antep, Gule Petih Jepara, Laksa Jepara, Sayur Keluak Ayam, Kagape kambing, Bakso Ikan Ekor Kuning, Siomay Tongkol, Tongseng Cumi, Rempah Jepara, Horok-Horok, Hoyok-Hoyok, Sate Kikil,Kuluban, Pecel Ikan Laut Panggang, Tempong, Kopi Dapur Kuat, Kopi Tempur, Adon-Adon Coro, Es Gempol, Es Dawet, Dawet Ayu Rumput Laut, Turuk Bintol, Tawur (makanan), Kicak, Lapis Pati Bodin Jepara, Kacang Jepara, Kacang Oven, Carang Madu, Durian Petruk , Jeruk Jepara.
• Kudus : Soto Ayam Kudus, Sate Kerbau, Lentog, dodol, Jenang Kudus.
• Purwodadi : Swikee, Nasi Becek, Botok Yuyu, Nasi Jagung.
• Banjarnegara : Dawet Ayu, Buntil
• Kendal : Bandeng Tanpa Duri (Tandu), Krupuk Petis, Krupuk Rambak, Momoh, Brongkos, Sumpil, Ondal Andil, Telur Ikan Mimi
• Semarang : Lunpia/Lumpia, Soto Ayam Semarang, Sate Sapi, Bandeng Presto, Nasi Goreng Babat, Ayam Goreng Kraton Tulang Lunak, Kue-kue Pia, Sate Kambing Bumbu Kecap, Martabak Malabar, Kue Bandung, Tahu petis, Tahu Gimbal, Wingko Babat
• Boyolali : Marning (Jagung Goreng), Paru Goreng, Brem Cap Suling Gading, Krupuk Rambak
• Blora : Sega Pecel, Sate Ayam Blora, Soto Ayam Blora, Tahu Campur
• Brebes : Telor Asin, Sate Kambing ( di Tanjung. Brebes hingga kini dikenal sebagai sentra penghasil Bawang Merah )
• Demak : Nasi Garang Asem, Sambel Blimbing Wuluh, Kwaci (Demak pernah terkenal sebagai sentra penghasil Semangka)
• Klaten : Ayam Goreng Kalasan, Bebek Goreng, Emping Mlinjo
• Pati : Soto Kemiri, Nasi Gandul, Sate Ayam,
• Pekalongan : Nasi Gandul, Soto Tauco (Tauto), Nasi Megono
• Pemalang : Nasi Grombyang, Lontong Dekem, Sate Loso
• Purwokerto : Tempe Mendoan, Gethuk Goreng, Soto Sokaraja / Sroto Sokaraja, Nopia
• Cilacap : Ikan Bandeng, Kerupuk Tengiri, Sale Pisang, Ikan Asin/Gesek
• Purworejo : Kue Lompong, Clorot (semacam Dodol yang dibungkus Daun Kelapa secara memilin), Gebleg (baca ge- seperti e pada kata senang dan -bleg seperti e pada kata becek), Kue Satu, Dawet Hitam, Lanthing
• Purbalingga : Rujak Kangkung, Tahu Gecot, Soto Kriyik, Es Duren, Klanting
• Rembang : Bandeng Duri Lunak (di Juwana), Sirup Kawis-ta
• Salatiga : Bakso Urat, Bakso Babat, Kripik paru, Ting-ting Gepuk
• Solo : Gudeg, Sate Kambing, Thengkleng, Srabi Solo, Nasi Liwet, Timlo Solo, Racikan Salat, Krupuk Karak/Gendar, Bakso Popular ukuran Bola Golf, Tahu Acar, Sayur Tumpang
• Sragen : Nasi Garang Asem, Sate Sragen, Brambang Asem
• Sukoharjo : Welut Goreng
• Tegal : "Teh Poci" (teh yang diseduh dalam poci tanah liat kecil dan diminum dengan gula batu), Sate Tegal (sate kambing muda khas Tegal), Sate Bebek Majir, Pilus, Krupuk Antor, Nasi Bogana (Nasi Megono), Sauto (Soto Ayam/Babat khas Tegal dengan bumbu tauco). Tegal hingga saat ini dikenal sebagai sentra penghasil teh.
• Wonogiri : Gaplek, Tiwul, Cabuk
• Wonosobo : Mie Ongklok, Sagon, Tempe Kemul, Geblek, Wedang Ronde, Manisan Carica, Keripik Jamur, Dendeng Gepuk
• Ungaran : Tahu Bakso, Sate Kempleng, Krupuk Bakar

Sumber : Wikipedia
baca selengkapnya »»  

Bakso

Bakso adalah salah satu jenis makanan yang banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia. Dimanapun kita berkunjung, baik di kota maupun di pedesaan selalu saja kita bisa temukan warung bakso. Di sekitar Pasar Sore Kaliwungu saja, banyak sekali bisa kita jumpai warung bakso, mulai dari Warung Bakso Imadora, Bakso mbak Zaro’ah, Bakso Kang Siroj, Bakso Bola Dunia dan masih banyak lagi warung bakso lainnya. Juga tidak sedikit kita jumpai bakso keliling dari kampung ke kampung menggunakan gerobak dorong. Ya, karena menjadi salah satu makanan favorit itulah, banyak orang yang tertarik membuka warung atau rumah makan bakso, disamping cara pembuatannya yang sangat mudah. Tinggal kita mempelajari sedikit resepnya, maka kita sudah bisa membuat bakso.
Bakso sendiri tidak hanya dibuat dari daging sapi, tapi udang, ikan, cumi ataupun ayam enak juga dibuat bakso. Begitu juga dengan cara membuatnya, bisa digoreng, dikukus ataupun direbus.

Berikut ini adalah bahan-bahan utama yang dapat digunakan untuk membuat bakso :

Daging Sapi :
Pilih daging sapi yang masih segar, kalau bisa yang masih berdarah dan berwarna merah. Makin segar makin baik, karena daging sapi yang segar akan menghasilkan bakso yang kualitasnya terjamin. Daging sapi yang bebas urat dan sedikit lemak seperti daging lemusir dan gandik akan menghasilkan bakso yang rasanya enak. Bisa juga dipakai daging sapi bagian paha depan, atau daging iga.
Bagi yang menyukai untuk membuat bakso urat, pilihlah daging bagian sengkel..

Ikan :
Pilih jenis ikan yang berdaging putih seperti tenggiri, kakap, kerapu, atau ikan gabus. Selain hasilnya tampak bersih (tidak gelap), tekstur baksonya pun lebih kenyal. Sebab ikan berdaging putih umumnya memiliki kandungan protein aktin dan myosin cukup tinggi yang membuat daging ikan lebih padat, kompak dan mudah dibentuk. Bakso ikan yang bermutu baik berwarna putih,  mengkilap dengan tekstur kenyal, halus dan tidak berserat.

Udang :
Pilih udang yang segar, buang sungutnya yang panjang, kepala dan kulitnya. Remas – remas udang secara hati – hati dengan garam, lalu cuci bersih, baru cincang halus.

Ayam :
Daging ayam tidak sekenyal daging sapi, tetapi kini banyak yang memanfaatkannya untuk bakso. Yang digunakan adalah daging ayam tanpa tulang atau bagian dada. Pilih ayam yang sehat, segar dan tidak terlalu tua.

Berikut ini adalah bahan-bahan dan cara membuat Bakso :

Bahan Masakan :
- 1 kg daging sapi
- 1/4 kg tepung sagu
- 1 sdt baking soda
- 3 butir telur
- es batu

Bahan yang dihaluskan :
- 4 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- garam secukupnya
- bumbu penyedap secukupnya
- lada secukupnya

Cara Memasak Bakso :
1. Campur daging sapi,sagu dan baking soda, telur serta bumbu yang sudah dihaluskan, kemudian giling hingga halus, sambil menggiling masukkan es batu sedikit demi sedikit setelah halus lalu angkat.

2. Masak air didalam panci lalu masak hingga mendidih, kemudian adonan bakso tadi dilinting bulat (dibuat bulatan besarnya sesuai selera) lalu masukkan kedalam air yang mendidih tadi, tunggu hingga mengapung dan angkat kemudian didinginkan.

Bahan-bahan untuk kuah bakso :
- air secukupnya (air kaldu dari rebusan tulang sapi)
- 1 sdm ebi (udang kering)
- 1 sdt lada
- 2 siung bawang putih
- bumbu penyedap secukupnya
- garam secukupnya.

Cara membuat kuah bakso :
1. Semua bahan dihaluskan kemudian ditumis dengan sedikit minyak hingga harum lalu masukkan kedalam air atau kaldu sapi yang sudah mendidih tadi dan masukkan bakso.

2. Setelah itu siapkan mangkuk serta mie kuning,soun atau bihun, sawi hijau dan masukkan kuah beserta baksonya, jangan lupa tambahkan saos, kecap dan sambal.

Cara membuat sambal bakso :
- cabai merah giling
- minyak goreng (minyak kelapa)
- garam secukupnya
- bumbu penyedap
semua bumbu dihaluskan dan ditumis hingga harum.
baca selengkapnya »»  

Merindukan Alun-Alun Kaliwungu Tempo Dulu


Dulu ketika saya masih kecil, kira-kira tahun 70-an hingga 80-an, sepulang dari sekolah di madrasah diniyah pada sore hari, bersama-sama teman sekampung hampir tiap hari menyempatkan bermain di Alun Alun Kaliwungu. Ya, pada era tahun tersebut, Alun Alun Kaliwungu yang berada di depan Pendopo Ex Kawedanan Kaliwungu ( sekarang ditempati Kantor Desa Kutoharjo ) merupakan ruang terbuka paling favorit bagi masyarakat Kaliwungu untuk bersantai dan berekreasi terutama pada waktu sore hari. Memang ideal sekali tempat itu digunakan sebagai arena untuk bermain bagi anak-anak kecil. Disamping lokasinya yang sangat strategis karena berada tepat di jantung kota Kaliwungu, juga sangat cocok bagi para orang tua yang ingin berekreasi gratis bersama anak-anaknya. Masih jelas betul dalam ingatan, di Alun Alun Kaliwungu pada sore hari bahkan pada malam hari terutama pada saat bulan purnama, banyak anak-anak sampai remaja yang bermain bola disitu. Tepat di depan Pendopo terdapat dua Pohon Jambe yang sangat menjulang tingginya. Nah, dari pohon Jambe inilah banyak anak-anak yang menunggu buah jambe jatuh. Pada bulan ramadhan, Alun Alun Kaliwungu akan berubah menjadi tempat untuk ngabuburit bagi warga kampung maupun santri yang ada di Kaliwungu setelah pulang dari ngaji simaan Al Qur’an yang dibaca oleh Al Maghfurlah KH. Asror Ridwan di Masjid Al Muttaqin Kaliwungu, menunggu saatnya maghrib tiba.

Dikutip dari Wikipedia, Alun-alun merupakan suatu lapangan terbuka yang luas dan berumput yang dikelilingi oleh jalan dan dapat digunakan kegiatan masyarakat yang beragam, Menurut Van Romondt (Haryoto, 1986:386), pada dasarnya alun-alun itu merupakan halaman depan rumah, namun dalam ukuran yang lebih besar. Penguasa bisa berarti raja, bupati, wedana dan camat bahkan kepala desa yang memiliki halaman paling luas di depan Istana atau pendopo tempat kediamannya, yang dijadikan sebagai pusat kegiatan masyarakat sehari-hari dalam ikwal pemerintahan militer, perdagangan, kerajinan dan pendidikan. Lebih jauh Thomas Nix (1949:105-114) menjelaskan bahwa alun-alun merupakan lahan terbuka dan terbentuk dengan membuat jarak antara bangunan-bangunan gedung. Jadi dalam hal ini, bangunan gedung merupakan titik awal dan merupakan hal yang utama bagi terbentuknya alun-alun. Tetapi kalau adanya lahan terbuka yang dibiarkan tersisa dan berupa alun-alun, hal demikian bukan merupakan alun-alun yang sebenarnya. Jadi alun-alun bisa di desa, kecamatan, kota maupun pusat kabupaten. Di hampir semua kota kabupaten di seluruh Indonesia, dapat dijumpai Alun Alun. Pada saat ini, Alun-alun biasanya dipergunakan untuk berbagai keperluan yang melibatkan banyak massa, misalnya untuk upacara hari besar, perhelatan akbar, ataupun kegiatan bersifat kemasyarakatan lainya.

Alun-alun Kawedanan Kaliwungu (dulu Kabupaten Kaliwungu) mempunyai ciri dan karakteristik yang hampir sama bahkan bisa dikatakan sama dengan alun-alun yang lain. Semua mengacu pada bentuk alun-alun dari jaman kerajaan masa lalu. Di tengah-tengah terdapat dua pohon beringin besar yang diberi pagar, yang mempunyai makna bahwa seorang pemimpin itu harus bisa memberi pengayoman kepada rakyatnya. Alun-alun juga terpisah oleh satu jalan tengah yang membelah alun-alun menjadi dua bagian yaitu bagian barat dan bagian timur. Jalan tengah itu menuju pendopo yang berada di sisi utara alun-alun. Jalan tengah mengandung makna bahwa rakyat yang akan sowan atau berkunjung ke rajanya atau pemimpinya harus menampakkan diri atau memberi salam sehingga lebih sopan, dibandingkan melalui jalan samping. Pembagian alun-alun di sebelah barat mempunyai makna kebaikan karena di sisi sebelah barat biasanya terdapat masjid (Masjid Al Muttaqin), dan sisi sebelah timur melambangkan keburukan karena biasanya di sisi sebelah timur terdapat pengadilan ataupun penjara.

Kini, keberadaan alun-alun Kaliwungu sangat jauh dari karakteristik sebuah alun-alun tersebut. Tidak hanya bentuknya, tapi fungsi alun-alun juga sudah bergeser jauh. Walaupun pada pagi hari masih nampak keberadaannya, namun coba kita lihat pada sore hingga malam hari, alun-alun Kaliwungu berubah total menjadi pasar sore kaliwungu. Ya, seperti layaknya sebuah pasar, banyak para pedagang yang membuka ‘dasaran’ untuk berdagang di situ, mulai dari yang hanya menggelar dagangan di trotoar, sampai tenda-tenda layaknya los pasar. Tidak hanya di tengah-tengah alun-alun, para pedagang juga sudah melebar di sekitar alun-alun. Dari sisi ekonomi, memang keberadaannya membawa berkah yang sangat luar biasa bagi masyarakat Kaliwungu yang sebagian besar berprofesi sebagai pedagang ataupun wiraswastawan. Dan memang keramaian pasar sore kaliwungu betul-betul membuat ‘hidup’ kota Kaliwungu. Tapi dari sisi yang lain, keadaan pasar sore kaliwungu sebagai pusat jantung kota kaliwungu saat ini menjadi sangat tidak nyaman. Coba perhatikan pada pagi hari, nampak jelas sekali tanda-tanda bahwa di tempat itu habis digunakan untuk berjualan, dimana sampah dan kayu atau besi untuk tenda masih banyak yang tercecer tidak disingkirkan. Tidakkah kita berfikiran dan berkeinginan untuk mengembalikan fungsi alun-alun yang sebenarnya ? Tidakkah ada pihak yang berkompeten mulai memikirkan untuk penataan kota Kaliwungu yang terkenal dengan sebutan Kota Santri ini, agar menjadi lebih indah dan nyaman ?

Penulis,
Mokh. Soleh, S.Kom
baca selengkapnya »»  

Demam Gangnam Style


Sejak pertama kali dirilis di Korea pada 15 Juli lalu dan menempati posisi puncak di berbagai tangga lagu negeri ginseng itu. Gangnam Style, sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Park Jae Sang (atau yang lebih dikenal dengan PSY), seorang rapper asal Korea Selatan, kini lagu tersebut sangat populer beberapa pekan terakhir. Apalagi ditambah berbagai pemberitaan baik di media cetak maupun media online, lagu tersebut semakin menghipnotis berbagai kalangan di seluruh dunia terutama bagi para kawula muda.
Sebetulnya apa sih keistimewaan lagu tersebut sehingga membuat banyak orang yang demam Gangnam Style ?


Seperti yang dikutip dari kompasiana, karena keunikan dan kelucuan PSY di video klipnya yang berjoget-joget di beberapa titik area di Gangnam, para fans K-Pop pun mulai menyebarkan video ini lewat jejaring sosial media mereka. Efek bola salju pun muncul. Video “Gangnam Style” PSY yang diunggah di akun Youtube dan sampai saat ini sudah dilihat lebih dari 75 juta kali!


Gangnam adalah sebuah lokasi di kota Seoul, Korea Selatan. Gangnam Style merupakan istilah yang digunakan oleh warga Korea Selatan untuk menggambarkan gaya hidup mewah yang berhubungan dengan Distrik Gangnam, sebuah kawasan yang makmur dan trendi di Seoul yang terkenal sebagai area elit tempat tinggal banyak artis papan atas, publik figur, maupun para chaebol dan orang terkenal lainnya. 90 % dari 300-an klinik operasi plastik di Korea Selatan terdapat di distrik Gangnam ini.Video musik dari lagu ini menggambarkan Psy menari di berbagai lokasi di Gangnam. Lagu ini sendiri menceritakan tentang gaya lelaki Gangnam kaya raya yang disukai banyak wanita. Gangnam Style sendiri identik dengan "horse dance" atau gaya kuda menari yang dilakukan dengan sangat atraktif dan gila oleh PSY.

Sejak diupload di jejaring sosial Youtube, beberapa waktu lalu, Gangnam Style telah menghipnotis jutaan orang di dunia. Tak cuma masyarakat biasa, sejumlah artis top dunia, macam Britney Spears dan Nelly Furtado juga telah terhipnotis tarian yang menirukan gerakan menaiki kuda itu. Tidak ketinggalan juga di Indonesia, demam Gangnam Style ada di mana-mana. Banyak yang ingin menirukan gerakan hanya untuk sekedar berhura-hura. Tak jarang pula yang membuat parodi Gangnam Style sebagai ajang kerativitas anak muda.


Pada Situs Wikipedia, disebutkan bahwa faktor penting lainnya yang membuat lagu ini begitu populer adalah adanya respon di jejaring sosial dari para selebritis-selebritis dunia yang pada akhirnya juga turut mendapat perhatian dari para penggemar selebritis tersebut. Sebagai contoh, pada tanggal 16 Agustus 2012, Nelly Furtado membawakan lagu ini dalam konsernya di Smart Araneta Coliseum di Manila, Filipina.

Dalam acara talk show Chelsea Lately, aktris dan komedian Chelsea Handler berkata pada penonton bahwa dia sedang mencari seorang pria beruntung yang akan dinikahi. Handler menyebut Psy sebagai "musisi, penari, dan simbol seks yang telah menarik minat saya". Dia juga membandingkan Psy dengan penyanyi Latin Ricky Martin dan mengatakan bahwa ia baru mengetahui "Gangnam Style" setelah 43 juta orang menontonnya di Youtube. Tak lama setelah itu, ia berseru "Oppa Gangnam Style!" dan program berakhir dengan tarian "Gangnam Style" yang dibawakan oleh 6 penari backstage.

Artis terkenal lainnya yang juga pernah menuliskan kicauan (tweet) mengenai "Gangnam Style" ini antara lain: penyanyi Inggris Robbie Williams, aktor Simon Pegg, rapper T-Pain, dan Josh Groban. Sedangkan Britney Spears menyatakan ketertarikannya pada koreografi "Gangnam Style". Spears mengetweet: "saya CINTA video ini - sangat lucu! Saya mungkin harus mempelajari koreografinya. Adakah yang mau mengajari saya?"

Setelah dirilisnya "Gangnam Style", manajer bakat Amerika, Scooter Braun, orang yang menemukan Justin Bieber di Youtube, menulis di Twitter: "Bagaimana bisa saya tidak mengontrak orang ini (Psy)". Tak lama kemudian, dilaporkan bahwa Psy sedang dalam perjalanan ke Los Angeles untuk bertemu dengan perwakilan dari Justin Bieber dalam rangka mencari peluang untuk bekerjasama.

Aktris dan penyanyi Amerika Serikat, Vanessa Hudgens, juga memposting video "Gangnam Style" di situs resminya dan menulis: "Saya sangat terobsesi. GANGNAM STYLE!" Penyanyi Katy Perry juga menulis tweet di Twitter: "Tolong! Saya berada di Gangnam-style K-hole.

Sekarang, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga tertarik untuk menarikan Gangnam Stye ?

Bagi yang mengnginkan Video Clip Gangnan Style silakan DOWNLOAD DISINI.
baca selengkapnya »»  

WALIKU (Wisata Alam, Religi dan Kuliner)


Tidak banyak yang tahu bahwa desa Kutoharjo yang merupakan pusat kota Kaliwungu, teryata menyimpan potensi alam, budaya dan religi yang sangat kuat. Potensi tersebut dapat dilihat jika kita berada di kawasan perbukitan yang dikenal dengan bukit Jabal. Selain memiliki panorama yang cukup indah, disana juga terdapat kompleks makam para Waliyullah seperti KH. Musyaffa, KH. Mustofa, KH. Abu Khoer. Disebelah selatan juga terdapat kompleks makam Sunan Katong serta kompleks makam KH. Asy’ari (Kyai Guru). Mereka semua memiliki peranan yang sangat besar bagi pengembangan Islam di Kaliwungu Kabupaten Kendal, yang setiap tahun diperingati dalam acara Khoul Syawalan.

Melalui Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) atau yang lebih dikenal dengan program Noto Deso (ND), komplek makam ini dijadikan wisata religi ‘Waliku’. Waliku ( Wisata Alam, Religi dan Kuliner) yang telah diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal, diharapkan bisa memberdayakan masyarakat yang religius untuk mengutamakan kebersamaan dalam mencapai cita-cita kawasan wisata religi.

Ada sembilan paket wisata yang ditawarkan dalam program Waliku, yakni wisata ziarah di komplek makam KH. Musyaffa, home industri pembuatan payung kertas sebagai produk andalan Kabupaten Kendal. Ada juga pusat jajanan khas Kaliwungu yang bisa dinikmati disini. Selain itu adalah kampung hijau sebagai percontohan pemukiman sehat dan indah, home stay sambil beristirahat menikmatai suasana pesantren, agro wisata desa, pengolahan sampah terpadu, panorama indah sepanjang perjalanan menuju Pantai Ngebum dan Alun-alun Kaliwungu sebagi ruang terbuka hijau dan pusat perbelanjaan. dengan Pasar Sorenya.

Sayang sekali jika masyarakat Kaliwungu dan sekitarnya tidak mencoba untuk berwisata sambil Ziarah ke makam Waliyullah tersebut melalui paket wisata Waliku ini. Pada waktu dekat ini, sesuai dengan informasi pada laman http://bappeda.kendalkab.go.id, dalam rangka memperkenalkan dan mempromosikan hasil-hasil kegiatan PLPBK/ND kepada Pemerintah Pusat dan masyarakat luas sekaligus menggalang kemitraan bagi terwujudnya harmonisasi pengelolaan dan keberlanjutan program, maka akan dilaksanakan Jelajah Kampung Noto Deso ke lokasi tersebut yang akan menghadirkan berbagai stakeholder dari tingkat Pusat hingga Daerah pada hari Rabu tanggal 28 November 2012.

Semua berharap program Waliku dapat menjadi salah satu tujuan wisata religi bagi masyarakat Kaliwungu dan sekitarnya bahkan bagi para peziarah dari luar kabupaten Kendal. Semoga.
baca selengkapnya »»  

Kyai Asy'ari, Guru dari semua Kyai

Tak banyak orang tahu kenapa Kyai Asy’ari disebut dengan panggilan kyai Guru. Ulama legendaris yang oleh sebagian masyarakat Kendal dan sekitarnya diyakini sebagai waliyullah ini.

Sebutan Kyai guru konon bermula dari seorang raja Mataram yang ketika itu sedang mengumpulkan seluruh kyai - kyai yang ada di pulau Jawa. Sang Raja mempersilahkan seluruh tamu untuk menikmati hidangan yang telah disediakan, dan seluruh tamupun menikmatinya padahal konon pada waktu itu ada di bulan Puasa. Mereka beranggapan titah raja adalah segalanya , seluruh perintah raja harus dituruti kalau tidak bakal kena hukuman dari sang raja.

Namun ada satu Kyai yang menolak untuk makan, dia adalah Kyai Asy’ari . Sang rajapun murka, dia bertanya pada sang Kyai,” kenapa kamu tidak mau makan hidangan yang telah disediakan, Apakah kamu tidak takut akan hukumanku?” , namun dijawab oleh Kyai Asy’ari ” Aku hanya takut pada Allah”.

Rajapun tertegun mendengar jawaban tersebut dan oleh sang raja, Kyai Asy’ari dijuluki sebagai Kyai Guru yakni guru para kyai-kyai yang dengan teguh pendiriannya menentang perintah raja  hanya untuk mencari ridho Allah SWT.

Kyai Guru diyakini sebagai pendiri pesantren yang pertama di Kaliwungu Kab. Kendal. Pesantren - pesantren tersebut berkembang dengan pesat hingga mencapai  ratusan  hingga Kaliwungu dijuluki sebagai Kota Santri sampai sekarang.
Dan kini tim penelusuran sejarah Kyai Guru sedang bekerja untuk meneliti lebih jauh tentang sosok Kyai Guru. Tidak hanya ditinjau dari sisi religinya tapi juga mencangkup seluruh aspek baik sosial politik maupun budaya dan ekonomi. Tim ini dibentuk oleh Yayasan Masjid Besar Al Muttaqin Kaliwungu dan didukung oleh ahli sejarah dari Universitas Diponegoro. Mohon do’a restunya agar tim ini dapat bekerja dengan baik dan bisa membawa manfaat bagi kita semua,  Amiin.

Ditulis oleh : Imron Rosadi (Anggota Tim Penulusuran Sejarah Kyai Guru)
baca selengkapnya »»  

Telur Ikan Mimi



Telur Ikan Mimi, adalah sejenis ikan pari dengan cangkang keras yang diolah dengan campuran parutan kelapa muda dan diberi bumbu pedas. Biasanya yang tidak bertelur atau ikan mimi kecil, diambil dagingnya untuk dicampur dengan parutan kelapa.
Cara penyajiannya sangat khas, telur ikan mimi dikerok dari cangkang kemudian dicampur parutan kelapa muda yang sudah diberi bumbu. Untuk satu plastik kecil telur mimi di jual Rp 2.000 namun tidak jarang pedagang menjual secara utuh satu ekor mimi seharga Rp 40 ribu.



Makanan ini menjadi lebih spesial lagi karena hanya bisa dijumpai menjelang bulan Ramadhan dan tidak dijual pada hari hari lainnya. Di Kaliwungu Kendal menjelang bulan Ramadhan,  ada tradisi yang cukup unik, dimana ratusan warga menyerbu festival kuliner di depan Masjid Al Muttaqin Kaliwungu demi mendapatkan makanan yang hanya ada sehari sebelum puasa. Warga merasa jika tidak  makan telur ikan mimi, ibadah puasa yang akan dilalui menjadi kurang afdol.
baca selengkapnya »»  

Contact Person

Mokhamad Soleh, S.Kom
Jl. Gadukan No.31 Kaliwungu Kab. Kendal 51372
Jawa Tengah Indonesia
HP. 081 390 35 6000
baca selengkapnya »»  
 
Beranda | Artikel | Galeri | Makanan Khas | Serba Serbi | Kontak

Copyright © 2009 Pasar Sore Kaliwungu |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net Edited by paksoleh

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.